
Apa hubungannya lomba 17an, digital magazine apalagi dengan sosok salah satu muridku ini ? Beberapa hari yang lalu aku baru menemukannya. Hubungan yang saling bertolak belakang antara lomba 17an dan digital magazine, dimana lomba 17an berbanding terbalik dengan RIvaldo, dan Rivaldo berbanding lurus dengan digital magazine. Mungkin kita akan semakin bingung dengan pernyataanku diatas. Ini tidak ada hubungannya dengan persamaan kuadrat apalagi trigonometri. Sama sekali bukan. Ini adalah satu kisah yang kualami dengan salah sorang anakku di kelas Xb.
Masih lekat diingatanku bagaimana susahnya menyemangati, mendorong, atau bahkan menyuruh anak-anak di kelas Xb untuk mengikuti lomba 17an yang lalu. Meski ‘diancam’ dengan denda apabila tidak mengikuti salah satu lomba, tidak menyurutkan aksi mereka untuk mogok berpartisipasi dalam salah satu perhelatan bangsa yang paling meriah ini. Apa daya, dengan segenap upaya akhirnya mereka ikut serta dalam satu-satunya lomba yang membutuhkan kemeriahan (yang merupakan salah satu kelebihan mereka), yaitu lomba vocal group. Lomba yang lain ? Seperti yang telah mereka katakana sebelumnya, mereka tetap bersikukuh untuk tidak mengikutinya. AKu hanya bisa tertawa kecil saat pembina OSIS menanyakan nasib kelasku ini.
Meski dengan segala keterbatasan dalam persiapan, akhirnya tampillah mereka dengan membawakan lagu “Merah Putih” sebagai lagu wajib plus lagu “17 Agustus” sebagai lagu pilihan. Sebagai catatan, alasan mereka memilih lagu pilihan tersebut adalah benar karena salah satunya adalah dalam rangka memperingati kemerdekaan Indonesia, namun alasan utamanya adalah kerena di lagu tersebut ada nama orangtua salah seorang anggota kelasnya, yang pastinya disebutkan berkali-kali yaitu “ setia” (nb : mulai dari saat itu aku selalu menghindari menyanyikan lagu rohani pembuka wisdom yang menyebutkan kata ‘setia’ karena akan membuat wisdom akan diiringi oleh cekikikan mereka ).
Saat mereka menyanyikan lagu pilihan yang heroik itu, tampillah ‘sang komandan’ yaitu si Rivaldo ini, berlari dengan gagahnya dari barisan belakang, memimpin anggota pasukannya menyanyikan lagu “17 Agustus” dengan ‘segenap hati’. Sambutan yang begitu meriah atas penampilan mereka seakan melunturkan keletihanku selama beberapa hari ini.
Lantas apa hubungannya dengan Digital Magazine ? Mengapa Digital Magazine bisa bertolak belakang dengan lomba 17an dan berbanding lurus dengan RIvaldo. Tentu saja ada hubungannya. Apabila kuingat bagamana susahnya aku untuk menyemangati (bahkan membujuk) mereka untuk mengikuti lomba 17an sehingga kelas XB ini termasuk kelas yang paling rendah partisipasinya, bertolak belakang sekali dengan partisipasi mereka dalam lomba Digital Magazine yang sedang berlangsung bulan Sept-Okt ini. Saat kuumumkan di kelas bahwa ada lomba Digital Magazine (membuat blog untuk OSIS) ini, serta merta terdengan kasak-kusuk di bagian belakang kelas yang dimotori oleh Joshua dkk. Akhirnya didukung dengan cetusan salah saorang muridku yang bernama Joshua, yang mengatakan bahwa Rivaldo adalah jagoan dalam membuat blog, terpilihlah sang komandan kelas ini menjadi salah satu partisipan utama dalam proyek ini. Bersama dengan salah satu wakil dari kelas XA, majulah mereka dengan antusias menemui Ibu Sylvi, guru computer sekolah kami untuk mendaftarkan diri.
Dalam salah satu kesempatan, aku mendengar cerita Bu Sylvi tentang betapa kagetnya koordinator OSIS sekolah kami saat ia mendengar jawaban Bu Sylvi tentang siapa saja yang telah mendaftar dalam lomba Digital Magazine ini, yang ternyata adalah kelas XAdan XB dan diwakili oleh Albert G dan Rivaldo. Pastinya ia tidak menyangka bagaimana antusiasnya anak-anakku dalam lomba ini.
Dari peristiwa ini aku jadi makin mengenali anak-anakku. Apa yang menjadi kesukaan dan talenta mereka. Selain itu aku juga jadi lebih semangat lagi dalam mendidik mereka ternyata mereka benar-benar anak-anak yang unik, meski seringkali membuatku bingung dengan kemeriahan tingkah polah mereka yang membutku tertawa dan kadang sakit kepala , namun aku yakin bahwa mereka adalah anak-anak yang luar biasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar